Perjalanan panjang berdirinya SMP Ma’arif 5 Ponorogo bermula dari kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan bagi generasi muda, khususnya di wilayah Ngrupit, Kecamatan Jenangan, dan sekitarnya. Cita-cita luhur ini muncul sejak tahun 1981, ketika Bapak H. Kurnain menggagas pendirian sebuah sekolah menengah berbasis nilai-nilai keagamaan dan kemasyarakatan.

Gagasan tersebut disambut hangat oleh para tokoh masyarakat yang memiliki semangat dan visi yang sama untuk memajukan pendidikan Islam. Mereka di antaranya adalah almarhum Mbah H. Asrofun, Bapak Suparman (alm), Bapak Juwardi (alm), Bapak Sukamto, Bapak Imam Supardi, Bapak M. Kurnain (alm), Bapak Sadali, Bapak Kamil (alm), serta almarhum Mbah Lurah Karsun Soeharjono. Dengan tekad yang kuat, mereka bahu-membahu mewujudkan berdirinya sekolah yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman yang kokoh.

Pada masa itu, minat masyarakat terhadap pendidikan tingkat SMP jauh lebih tinggi dibandingkan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Karena itu, para pendiri memutuskan mendirikan SMP berbasis keagamaan, yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan umum tanpa meninggalkan dasar-dasar ajaran agama.

Akhirnya, pada tahun 1983, berdirilah SMP Ma’arif 5 Ponorogo secara resmi. Sekolah ini memulai kiprahnya dengan kondisi yang sangat sederhana — bangunan seadanya, sarana terbatas, namun penuh semangat dan cita-cita besar. Bapak Sukamto dipercaya sebagai Kepala Sekolah pertama, dan memimpin dengan penuh dedikasi selama 17 tahun (1983–2000).

Meski fasilitas masih minim, semangat para guru dan siswa menjadi kekuatan utama. Tenaga pendidik yang turut berjuang di masa awal berdirinya antara lain: Bapak Imam Supardi, Bapak Slamet Daroini, Bapak Mohari, Bapak Suherwan, Ibu Siti Djuariah, Bapak Marsudin, Bapak Muhtashor, Bapak Mujiono, Bapak Kamil, dan Ibu Asna. Sedangkan posisi Kepala Tata Usaha diemban oleh Bapak Drs. Qomari.

Di bawah kepemimpinan Bapak Sukamto, jumlah peserta didik meningkat pesat. Setiap tahun ajaran baru, sekolah mampu membuka dua hingga tiga rombongan belajar (rombel). Walau fasilitas terbatas, kegiatan belajar mengajar berjalan dengan penuh semangat dan rasa kekeluargaan.

Tahun 1986 menjadi tonggak penting dalam sejarah sekolah ini, karena pada tahun tersebut SMP Ma’arif 5 Ponorogo mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah. Sejak saat itu, sekolah terus berkembang, baik dari sisi sarana prasarana maupun mutu pendidikannya.

Estafet kepemimpinan kemudian berlanjut kepada Bapak Bahroini (2000–2015), yang meneruskan semangat perjuangan pendiri dengan penuh dedikasi. Setelah itu, tampuk kepemimpinan dipegang oleh Bapak Drs. Qomari (2015–2025), yang juga merupakan putra dari almarhum H. Asrofun, salah satu pendiri sekolah. Setelah masa pengabdiannya berakhir, kepemimpinan diteruskan oleh Ibu Ervina Zunaidha, S.Pd.I mulai tahun 2025 hingga sekarang.

Kini, setelah lebih dari empat dekade berdiri, SMP Ma’arif 5 Ponorogo telah tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang diperhitungkan di wilayah Ponorogo. Sekolah ini tidak hanya berperan dalam mencetak generasi yang cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat sekitar dalam mengembangkan pendidikan yang berpadu antara ilmu, iman, dan akhlak.

Dengan semangat “Maju Bersama, Berprestasi dalam Iman dan Taqwa”, SMP Ma’arif 5 Ponorogo terus melangkah menuju masa depan, mengemban amanah mulia sebagai pilar pendidikan Islam yang unggul dan bermakna bagi bangsa dan masyarakat.

Narasumber: Bpk.Sukamto, S.Pd