Semarak Peringatan Hari Santri! Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri

PONOROGO – Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tradisi pesantren mewarnai peringatan Hari Santri 2026 yang diselenggarakan oleh keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Jenangan. Bertempat di Lapangan Desa Panjeng, Kecamatan Jenangan, kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, santri, pelajar, serta jajaran organisasi Nahdlatul Ulama. Keluarga besar SMP Ma’arif 5 Ponorogo (MaLiPo) turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen dalam menjaga tradisi keislaman, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, dan menumbuhkan jiwa santri di kalangan generasi muda.

Peringatan Hari Santri tahun ini berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat, warga Nahdliyin, santri, hingga pelajar dari jenjang PAUD, MI, MTs, SMP, hingga MA. Turut hadir jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah MWCNU Jenangan, Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Banser, IPNU, IPPNU, serta seluruh badan otonom Nahdlatul Ulama di tingkat Kecamatan Jenangan.

Keikutsertaan SMP Ma’arif 5 Ponorogo dalam kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pendidikan karakter yang tidak hanya dikembangkan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Momentum Hari Santri menjadi kesempatan bagi para pendidik dan peserta didik untuk mengenal lebih dekat sejarah perjuangan santri, meneladani semangat para ulama, serta memahami pentingnya menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan sehari-hari.

Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Tanfidziyah MWCNU Jenangan, H. Marjuni, S.Ag., M.Pd.I. Dalam amanatnya, ia menyampaikan pesan penting tentang tema peringatan Hari Santri 2026 yang diusung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yaitu “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, serta tema nasional yang ditetapkan Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”

Kedua tema tersebut mengandung pesan mendalam bahwa santri harus mampu menjaga warisan tradisi keilmuan, akhlak, dan nilai-nilai luhur pesantren di tengah perkembangan zaman. Santri juga diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang kuat dalam ilmu agama, tetapi mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, memiliki wawasan luas, serta berperan aktif dalam menjaga persatuan dan membangun bangsa.

Sementara itu, Komandan Pebri Handoko selaku Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) Banser Jenangan dipercaya sebagai komandan upacara. Pembacaan Ikrar Santri dipimpin oleh Ketua PAC GP Ansor Jenangan, Fitra Rizal, M.E., sedangkan doa dipimpin oleh Rais Syuriyah MWCNU Jenangan, KH. Imam Turmudzi Hasan.

Bagi SMP Ma’arif 5 Ponorogo, keikutsertaan dalam peringatan Hari Santri bukan sekadar memenuhi undangan kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap ulama, pesantren, organisasi Nahdlatul Ulama, serta nilai-nilai perjuangan para santri kepada generasi penerus.

Melalui momentum Hari Santri 2026, keluarga besar MaLiPo berharap semangat santri terus tumbuh dalam diri setiap peserta didik. Menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, cinta tanah air, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Berita Terkait