PONOROGO – Komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan terus diwujudkan oleh SMP Ma’arif 5 Ponorogo melalui kegiatan Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi seluruh dewan guru. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 29 Oktober 2026, ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan sekolah dalam meningkatkan kompetensi pendidik sekaligus menghadirkan pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didik.
Workshop berlangsung di Aula SMP Ma’arif 5 Ponorogo, Jalan Seloaji Nomor 25, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat para guru untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas pendidikan.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh pendidikan, di antaranya Pengawas Sekolah, Bapak Zainul Arifin, S.Ag., M.Pd.I, serta perwakilan Komite Sekolah dan BP3 MNU, Bapak Bahroini, M.M.Pd. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya SMP Ma’arif 5 Ponorogo dalam membangun budaya belajar dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Basuki, M.Ag., selaku Ketua PC LP Ma’arif NU Ponorogo sekaligus mentor kegiatan. Kepala SMP Ma’arif 5 Ponorogo, Ibu Ervina Zunaidha, S.Pd.I., turut memberikan arahan dan penguatan mengenai pentingnya pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Guru Harus Terus Belajar dan Beradaptasi
Dalam sambutannya, Kepala SMP Ma’arif 5 Ponorogo, Ervina Zunaidha, S.Pd.I., menegaskan bahwa workshop PKB bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah nyata untuk membangun budaya belajar di kalangan pendidik.
“Kita tidak ingin hanya menjadi guru yang mengajar, tetapi juga guru yang terus belajar. Workshop PKB setiap Kamis ini merupakan wujud komitmen sekolah untuk mencetak guru yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” tegasnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari kemauan guru untuk terus memperbarui pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta mengevaluasi proses pembelajaran. Dengan demikian, guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih inovatif, efektif, dan bermakna bagi peserta didik.
Sementara itu, Pengawas Sekolah, Zainul Arifin, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi terhadap langkah SMP Ma’arif 5 Ponorogo yang secara konsisten mendorong pengembangan keprofesian guru. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), menurutnya, merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas pendidik dan mutu pembelajaran di sekolah.
Dukungan juga disampaikan oleh Bahroini, M.M.Pd., selaku perwakilan Komite Sekolah dan BP3 MNU. Ia berharap sinergi antara pihak sekolah, komite, dan orang tua peserta didik dapat terus diperkuat untuk mendukung kemajuan SMP Ma’arif 5 Ponorogo.
Kolaborasi untuk Pendidikan yang Lebih Berkualitas
Pelaksanaan workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, PC LP Ma’arif NU Ponorogo, DPC-BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) Ponorogo, serta mitra dari Dinas Pendidikan Ponorogo.
Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antarlembaga dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, khususnya melalui penguatan kapasitas dan profesionalisme guru.
Melalui kegiatan PKB yang dilaksanakan secara rutin setiap Kamis, SMP Ma’arif 5 Ponorogo berharap seluruh guru semakin kompeten, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Bagi SMP Ma’arif 5 Ponorogo, peningkatan kompetensi guru bukan sekadar tuntutan profesi, melainkan investasi jangka panjang untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
